Candi Ratu Boko Memiliki Arsitektur Bergaya Hindu-Budha

Posted on

Candi Ratu Boko merupakan salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah yang cukup populer. Setiap musim libur, tempat wisata ini selalu dipenuhi dengan para wisatawan. Baik itu wisatawan lokal atau domestik maupun mancanegara.

Candi Ratu Boko Memiliki Arsitektur Bergaya Hindu-Budha
Foto: Youtube @farid istijanto

Menilik Sejarah Candi Ratu Boko

Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1790. Penemunya adalah seorang arkeolog asal Belanda bernama Boeckholtz.

Sejak penemuannya, dilakukan berbagai penelitian mengenai candi ini. Kira-kira, penelitian dilakukan pada tahun 1814, 1884, 1854, hingga 1915.

Dari hasil penelitian-penelitian tersebut, jika situs Ratu Boko terakhir kali berfungsi sebagai istana dan benteng pertahanan. Awalnya, candi ini merupakan kompleks keagamaan.

Arsitektur Bangunan dan Keunikannya

Seperti yang kita tahu, Indonesia memiliki peninggalan-peninggalan bersejarah, seperti candi Hindu. Jika kita bandingkan dengan candi Hindu lainnya, Ratu Boko memiliki struktur bangunan yang unik dan berbeda.

Arsitektur bangunannya merupakan perpaduan antara gaya Hindu dan Budha. Hal inilah yang membuat tampilan bangunannya semakin menarik.

Candi Ratu Boko memiliki beberapa bagian penting. Berikut ini beberapa diantaranya.

1. Pintu Gerbang Utama atau Candi Gapura

Bagian yang pertama adalah pintu gerbang utama atau candi gapura. Bangunannya memiliki struktur yang megah.

Saat memasuki pintu gerbang utama ini, pengunjung langsung dihadapkan dengan cerita sejarah yang menakjubkan. Salah satu daya tarik pintu gerbang utama, yakni memiliki hiasan patung naga. Selain itu, terdapat makara yang semakin memperkuat nuansa mistisnya.

2. Pendapa

Candi Ratu Boko memiliki pendapa, yakni ruang terbuka yang sekelilingnya terdapat tembok berukuran besar. Pendapa berfungsi sebagai tempat kumpul para bangsawan.

Saat mengunjungi bagian Ratu Boko ini, kita dapat menyaksikan pemandangan yang memanjakan mata. Apalagi, dipenuhi dengan angin yang sejuk dan menyegarkan.

3. Pemandian Air Panas atau Kolam Pemandian

Pada bagian selatannya, kita akan melihat pemandian air panas atau kolam pemandian. Konon katanya, kolam pemandian ini seringkali digunakan oleh para bangsawan kerajaan.

Lokasi pemandian air panas sangat strategis. Sehingga, kita dapat melihat beragam pemandangan yang indah dan mengesankan.

4. Paseban

Paseban merupakan tempat yang digunakan untuk menghadap sang raja. Dari gapura, paseban berjarak kurang lebih 45 meter ke arah selatan.

Memiliki struktur yang terbuat dari batu andesit dengan lebar tujuh meter, tinggi 1,5 meter, dan panjang 38 meter. Paseban ini membujur ke arah utara-selatan.

Pada sisi sebelah barat, terdapat lantai paseban. Ditemukan sebanyak 20 umpak pondasi sebagai tempat menancapkan tiang bangunan. Selain itu, terdapat empat alur yang diperkirakan sebagai bekas tempat berdirinya dinding pembatas.

Saat mengunjungi Candi Ratu Boko, ada beberapa aturan yang mesti kita patuhi. Pertama, gunakan pakaian yang sopan dan nyaman. Datang saat jam buka dan membeli tiket masuk. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan utamakan keselamatan bersama.